Tahu Y Tewas di Tangan Pelanggannya, Ibunya: Saya Ingin Tanya Langsung, Kenapa Dia Bunuh Anak Saya

Mengaku sudah mengetahui kabar terkait anaknya. "Alhamdulillah, makasih untuk pak polisi, pembunuh anak saya berhasil ditangkap setelah 12 hari kepergian anak saya (Y). Saya tahu dari berita di tv dan berita di internet," katanya, Senin (18/1/2021). Hamidah yang akrab disapa Mama oleh teman teman Y ini merasa lega dan berharap kepada yang berwenang bisa menghukum pembunuh anaknya dengan seadil adilnya.

"Saya pasrah dengan Allah SWT, saya kepengen nanya langsung dengan tersangka kenapa dia dengan tega membunuh anak saya. Sebegitu jahatnya sampai dia bunuh anak saya. Dan saya berharap semoga dia dihukum seberat berat dan seadil adilnya," ujarnya. Ia mengaku tiap sehabis salat meminta kepada Allah SWT agar pelaku pembunuh anaknya tertangkap. "Sehabis salat saya minta ke Allah Subhanawataallah agar pelaku tertangkap terus setiap malam Jumat kami juga menggelar yasinan bersama pengurus masjid dekat rumah minta bantu doakan agar pelaku ditangkap. Alhamdulillah ya Allah, akhirnya pelaku tertangkap," ujarnya.

Motif pembunuhan wanita berinisial Y (25) di salah satu hotel di Palembang akhirnya terungkap. Hal ini buntut dari penangkapan AS (24) yang merupakan pelaku pembunuhan sekaligus pelanggan dari Y. AS berhasil ditangkap polisi dari Polrestabes Palembang, Minggu (17/1/2021).

Polisi memastikan, pelaku adalah pelanggan korban yang memesan jasa untuk menemaninya. Sebelumnya AS telah sepakat memesan layanan itu melalui aplikasi percakapan. "Pelaku ini adalah pelanggan (korban). Perjanjian mereka untuk melakukan 'kegiatan itu' selama tiga jam."

"Namun dalam pelaksanaannya pelaku merasa belum habis waktunya, tapi korban merasa sudah selesai," ujar Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra saat ditemui di RS Polri M Hasan Palembang. Merasa kesal karena menganggap tidak sesuai perjanjian, pelaku akhirnya nekat menghabisi nyawa Y. "Pelaku merasa kesal dan kecewa yang kemudian dia melakukan tindakan melebihi dari seharusnya. Sehingga dengan khilaf terjadi tindak pembunuhan seperti itu," ujarnya.

AS ditangkap di tempat persembunyiannya di salah satu tempat kosan Jalan Rimba Kemuning, Lorong Buyut Palembang. Pelaku terpaksa harus merasakan timah panas di kedua kakinya lantaran melawan pada saat akan ditangkap. Agus ditangkap aparat gabungan Jatanras Polda Sumsel dan Satreskrim Polrestabes palembang.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan Pasal 365 jo 338 KUHP. Sementara itu, pelaku terus saja berusaha menutupi wajahnya dari awak media saat digiring keluar dari IGD RS Polri M Hasan Palembang. Dengan dibantu kursi dorong, pelaku yang tanpa banyak bicara terus memilih bungkam saat dibawa petugas ke Polrestabes Palembang.

"Untuk keterangan lebih lanjut, nanti akan kita sampaikan besok di Polrestabes," ujar Irvan. (25 tahun), korban tewas di hotel karena kehabisan oksigen. Hal ini diungkapkan Dokter Forensik RS Polri M Hasan Palembang, dr Indra Nasution saat usai melakukan visum terhadap jenazah korban, Rabu (6/1/2021).

"Luka yang menyebabkan korban, karena bekapan. Sehingga kehabisan oksigen, hingga meninggal. Tetapi, korban ini tidak langsung meninggal," kata dr Indra. Selain itu, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, di tubuh korban terdapat sejumlah luka. Luka yang ada di tubuh korban, karena benturan benda tumpul.

Luka yang ada di tubuh korban terdapat di muka, tangan, kaki dan leher. Chief Engineering Hotel tersebut, Bambang (45) menginformasikan, Y korban tewas di Hotel sudah seminggu menginap bersama 2 pria, Rabu (6/1/2021). Yuliana ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan dengan luka dibagian wajah dan leher.

Bambang (45) mengatakan, tewasnya Y baru diketahui setelah salah seorang pria yang turut menginap bersama korban, meminta bantuan kepada petugas hotel sekitar pukul 22.44 WIB. "Saya kurang tahu pasti dia (rekan korban) minta tolong seperti apa. Tapi informasi yang saya terima, rekannya itu sudah seperti gelagapan (gugup). Intinya dia minta tolong terkait keadaan temannya (korban)," ujar Bambang, Rabu (6/1/2021) pagi. Mendapat laporan tersebut, pihak hotel langsung bergerak cepat dengan menghubungi aparat kepolisian.

Selama menunggu aparat tiba, tidak ada petugas hotel yang berani mendekat ke kamar tempat jenazah korban berada. Namun petugas hotel sempat bertindak tegas kepada dua rekan korban yang diduga hendak meninggalkan lokasi kejadian. "Dua temannya sempat mau pergi, tapi saya tahan. Saya bilang nanti dulu, tunggu polisi datang ," ujarnya.

Mereka bertiga menginap dalam satu kamar. "Mereka Extend disini, jadi pindah pindah kamar sebanyak tiga kali selama satu minggu menginap disini. Selama menginap, mereka tidak ada gelagat mencurigakan. Korban juga dalam keadaan sehat," ujarnya. Pihak hotel yang mengetahui hal tersebut, langsung mengubungi pihak kepolisian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.