Bulan Depan, Huawei Resmi Berpisah dengan Android

Pabrikan ponsel asal Cina, Huawei Technologies membuat keputusan besar dan mengejutkan terkait kelanjutan sistem operasi yang disematkan dalam produknya. Huawei memutuskan untuk tak lagi menggunakan sistem operasi Android dan meluncurkan sistem operasi HarmonyOS terbaru bagi smartphone pada 2 Juni 2021 sebagai gantinya. Keputusan ini diambil untuk mengakhiri ketergantungan perusahaan pada Google selaku pemilik Android.

Sejak sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) pada Mei 2019, smartphone Huawei terbaru tidak bisa lagi mengunakan sistem operasi Android, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (26/5/2021). Sebagai informasi HarmonyOS atau Hongmeng dalam bahasa China merupakan sistem operasi yang dirancang khusus untuk berbagai perangkat dan pengaturan. HarmonyOS pertama kali diluncurkan untuk kebutuhan perangkat Internet of Things. Dalam perjalanannya, HarmonyOS telah diuji coba pada jam tangan, laptop, dan peralatan rumah tangga Huawei selama dua tahun terakhir. Sampai pada akhirnya HarmonyOS akan disematkan di seluruh perangkat ponsel Huawei.

Seorang petinggi Huawei, Ma Jihua, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Global Times, ada kemungkinan Huawei bisa menyalip raksasa industri dengan kedatangan 5G dan internet ultra cepat. Huawei digadang gadang bisa membuat Apple dan Google ketar ketir lantaran pengembangan 5G yang kini terus digarap. Hadirnya HarmonyOS bisa memanfaatkan Huawei untuk bersaing dengan raksasa ekosistem seluler internasional. Selain itu, HarmonyOS juga memiliki kepentingan strategis untuk tujuan Huawei di industri mobil.

Dalam jangka menengah, sistem operasi memainkan peran yang menentukan apakah Huawei dapat membangun ekosistem AI plus Internet of Things (AIoT) yang melibatkan mobil, manusia, dan sekitarnya, mengutip laporan Founder Securities. Berdasarkan laporan terbaru Xinhua News Agency, Huawei diperkirakan mampu memproduksi perangkat yang dilengkapi dengan HarmonyOS mencapai 300 juta pada akhir tahun 2021, termasuk lebih dari 200 juta perangkat Huawei.

Leave a Reply

Your email address will not be published.